Century.co.id, (Pohuwato) – Sebagai puncak dari seluruh rangkaian kegiatan “PPI Patriotic Adventure 2026”, sebanyak 75 peserta Guardianship melaksanakan aksi penanaman pohon massal di kawasan strategis Pantai Wisata Libuo, Minggu (25/01/2026). Aksi ini menjadi komitmen nyata para generasi muda dalam menjaga daya dukung lingkungan dan mencegah bencana alam di masa depan.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta dari 13 sekolah unggulan se-Kabupaten Pohuwato, dengan pendampingan penuh dari pengurus PPI Provinsi Gorontalo, PPI Kabupaten Pohuwato, serta dukungan teknis dari instansi terkait.
Menanam Masa Depan di Bumi Panua. Penanaman pohon ini merupakan implementasi langsung dari materi mitigasi bencana yang telah diterima peserta pada hari-hari sebelumnya. Para Guardianship diajarkan bahwa menanam pohon adalah salah satu langkah mitigasi jangka panjang yang paling efektif untuk mencegah erosi dan menjaga ketersediaan air tanah.
”Hari ini kita tidak hanya menanam bibit pohon, tetapi kita sedang menanam masa depan. 75 Guardianship ini adalah saksi sekaligus aktor utama yang akan memastikan Pohuwato tetap hijau dan asri,” ujar Abdurrahman Bangga di sela-sela kegiatan.
Sinergi dan Keberlanjutan
Aksi ini juga mendapat apresiasi dari para Tokoh Masyarakat dan pihak-pihak pendukung yang hadir. Penanaman pohon ini melibatkan berbagai jenis bibit yang sesuai dengan karakteristik lahan setempat, guna memastikan tingkat keberhasilan tumbuh yang tinggi.
Keterlibatan PPI Provinsi Gorontalo dalam aksi ini juga mempertegas bahwa kepedulian terhadap lingkungan adalah bentuk nyata dari pengamalan sila-sila Pancasila, khususnya dalam menjaga keselarasan antara manusia dengan alam.
Salam Tangguh untuk Alam
Dengan berakhirnya aksi penanaman pohon ini, seluruh rangkaian PPI Patriotic Adventure 2026 resmi dinyatakan selesai. Selama tiga hari, para Guardianship telah digembleng melalui berbagai tantangan; mulai dari simulasi penyelamatan darat dan laut bersama Basarnas dan BPBD, edukasi konservasi bersama BKSDA Sulut, hingga pelepasliaran satwa endemik Maleo.
Para peserta kini kembali ke sekolah masing-masing dengan menyandang gelar Guardianship—sang penjaga alam. Mereka diharapkan menjadi pionir yang akan menularkan semangat patriotisme lingkungan kepada rekan sebaya dan masyarakat luas.
Pohuwato kini memiliki 75 kader tangguh yang siap siaga, tidak hanya dalam menghadapi bencana, tetapi juga dalam merawat setiap jengkal kekayaan alam yang ada di Bumi Panua

















