Century.co.id (Pohuwato) -pertama dengan progres berkisar 56 hingga 97 persen. Sementara itu, 10 gerai pada tahap kedua masih berada pada progres 10 hingga 50 persen. Adapun 16 gerai yang telah melalui proses verifikasi dan validasi dinyatakan siap beroperasi. “Untuk 16 gerai yang kemarin sudah terverifikasi dan tervalidasi, itu siap untuk beroperasi,” tutur Rustam.
Pada program Makan Bergizi Gratis, Pemerintah Kabupaten Pohuwato melaporkan bahwa delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi dan mampu melayani sekitar 12.666 penerima manfaat. Dari potensi kebutuhan di Kabupaten Pohuwato, diperkirakan terdapat 24 SPPG yang dapat dikembangkan. Selain delapan SPPG yang telah beroperasi, terdapat empat SPPG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang belum beroperasi.
Rustam berharap adanya dukungan Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk mempercepat operasional SPPG di wilayah 3T. Pemerintah Kabupaten Pohuwato juga masih memiliki potensi pengembangan sekitar 12 SPPG untuk memperluas jangkauan pelayanan program tersebut.
Kesiapan Lahan dan Progres Infrastruktur Pertanian
Dalam paparan berikutnya, Rustam menyampaikan perkembangan program Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) yang dirancang untuk mendukung pengairan lahan persawahan seluas lima hektare pada setiap unit.
Ia menjelaskan bahwa kesiapan lahan untuk pembangunan JIAT di Kabupaten Pohuwato telah melalui proses verifikasi. Usulan program tersebut mencakup 16 unit pada tahap pertama melalui Dinas Pertanian, delapan unit pada tahap kedua, serta delapan unit yang diusulkan melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU).
Meski kesiapan lahan telah terverifikasi, progres fisik dan keuangan seluruh unit yang dipaparkan masih berada pada angka nol persen karena program tersebut masih dalam tahap verifikasi lahan.
Selain JIAT, Kabupaten Pohuwato juga memperoleh dukungan program Irigasi Perpompaan (IRPOM) yang dapat membantu memenuhi kebutuhan air untuk lahan persawahan seluas lima hektare per unit. Dari total 40 unit IRPOM, sebanyak tiga unit telah terealisasi 100 persen dan pengelolaannya diserahkan langsung kepada kelompok masyarakat. Dengan demikian, masih terdapat sekitar 37 unit yang belum dilaksanakan.
Rustam juga melaporkan progres program Pemeliharaan Irigasi Tersier (PITER). Pada tahap pertama, sebanyak 10 unit telah mencapai progres 100 persen. Sementara itu, pada tahap kedua terdapat 30 unit dengan progres fisik sekitar 70 persen, sedangkan realisasi keuangannya telah mencapai 100 persen karena dana disalurkan langsung kepada kelompok masyarakat.
“Melalui RAKOREV Triwulan III ini, Pemerintah Kabupaten Pohuwato berharap koordinasi dan dukungan pemerintah pusat maupun provinsi semakin optimal, sehingga percepatan realisasi anggaran, pembangunan infrastruktur, serta pelaksanaan program strategis nasional dapat berjalan sesuai target dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Pohuwato”,pungkas Kepala Bapppeda, Rustam Melleng.















