Lewat Adat Molo’opu, Camat Patilanggio Yuslan Samadi Resmi Diterima Secara Adat sebagai Wuleya lo Lipu

Daerah9 Dilihat

Century.co.id, (Pohuwato) – Prosesi adat Molo’opu Camat Patilanggio, Yuslan Samadi, berlangsung khidmat pada Senin (28/09/2026). Prosesi tersebut menandai diterimanya Yuslan Samadi secara adat Gorontalo oleh para pemangku adat di Kecamatan Patilanggio sebagai wuleya lo lipu atau pemimpin wilayah kecamatan.

Rangkaian prosesi diawali dengan turunnya Yuslan Samadi bersama istri, dari kediamannya di Desa Balayo, Kecamatan Patilanggio, menuju Yiladia atau Rumah Jabatan Camat Patilanggio di Desa Dulomo.

Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, didampingi Camat Marisa, Usman Bay, dan Camat Taluditi, Irfan Lalu, turut menghadiri prosesi turun dari kediaman tersebut. Iring-iringan kendaraan kemudian bergerak menuju Rumah Jabatan Camat Patilanggio. Rombongan melewati wilayah Kecamatan Buntulia dan Kecamatan Duhiadaa sebelum tiba di Desa Dulomo.

Setibanya di halaman rumah jabatan, prosesi adat dilanjutkan hingga ke ruang sidang adat yang berada di dalam rumah jabatan camat.

Sejumlah pejabat turut hadir dalam prosesi tersebut, di antaranya Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Zulkifli Umar, Kabag Kesra, Nakir Ismail, Kabag Prokopim, Ikbal Mbuinga, Ketua TP-PKK Pohuwato, Selfi Mbuinga Monoarfa, Kabag Organisasi, Yusni Rahman, serta Kabag Umum, Sadianawati.

Bupati Pohuwato, Saipul Mbuinga, menyampaikan apresiasi kepada para pemangku adat yang telah melaksanakan seluruh rangkaian prosesi Molo’opu sejak Yuslan Samadi turun dari kediamannya hingga tiba di rumah jabatan camat.

Menurut Saipul, prosesi adat tersebut merupakan tahapan yang harus dilalui seorang camat sebagai wuleya lo lipu dalam tataran adat Gorontalo. Dengan dilaksanakannya prosesi tersebut, seorang camat telah diterima dan diakui secara adat di wilayah yang dipimpinnya.

“Prosesi ini jelas harus diikuti dan dilalui oleh camat sebagai wuleya lo lipu dalam tataran adat Gorontalo. Dengan prosesi ini tentu seorang camat telah resmi secara adat,”ujar Saipul.

Ia juga meminta dukungan dari para pemangku adat, imam, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk memberikan bimbingan serta arahan kepada Camat Patilanggio yang baru.

Menurutnya, masukan dan teguran dari para tokoh di Kecamatan Patilanggio sangat dibutuhkan sebagai bagian dari upaya menjalankan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat dengan baik.

“Bimbingan, arahan, dan masukan tentu sangat dibutuhkan oleh camat baru ini. Untuk itu diminta kepada pemangku adat, para imam, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk bisa membantu camat baru. Apabila salah, ia bersedia untuk ditegur dan menerima masukan serta saran dari bapak dan ibu,”katanya.

Bupati juga menyampaikan ucapan selamat kepada Yuslan Samadi atas amanah yang dipercayakan kepadanya sebagai Camat Patilanggio. “Kami menyampaikan selamat bertugas, selamat menjalankan amanah sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah di wilayah kecamatan,”ucapnya.

Sementara itu, Camat Patilanggio Yuslan Samadi, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati Pohuwato bersama jajaran pemerintah daerah dan para camat yang turut menghadiri pelaksanaan adat Molo’opu.

Prosesi adat ini tentu awal bagi diri saya sebagai seorang camat atau wuleya lo lipu dalam gelaran adat Gorontalo. Olehnya, saya menyampaikan terima kasih kepada para pemangku adat yang turut menyukseskan acara Molo’opu ini. Ia juga mengapresiasi masyarakat yang telah bersama-sama hadir dan memberikan dukungan dalam pelaksanaan prosesi adat yang dinilainya sakral tersebut.

Sebagai pimpinan di Kecamatan Patilanggio, Yuslan berharap dukungan dan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat untuk membangun kecamatan secara bersama-sama. Ia secara khusus meminta para tokoh masyarakat, imam, serta perangkat adat agar tidak segan memberikan teguran apabila dirinya melakukan kesalahan dalam menjalankan tugas.

“Saya sangat terbuka terhadap teguran karena ini untuk kebaikan kita bersama. Pada dasarnya saya sadari bahwa saya tidak sempurna dalam menjalankan tugas apabila tidak ditegur. Kalau ada teguran-teguran dari para pemangku adat, para imam, insyaallah bisa kita jalankan secara maksimal tugas-tugas dalam rangka suksesnya apa yang menjadi visi-misi dari Pak Bupati dan Wakil Bupati Pohuwato,”terangnya.

Yuslan menegaskan bahwa sebagai camat, dirinya tidak memiliki visi dan misi tersendiri. Tugasnya adalah menjalankan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Pohuwato di wilayah Kecamatan Patilanggio. “Camat itu tidak ada visi-misi. Kami hanya menjalankan visi-misi dari Bupati dan Wakil Bupati. Sehingga ke depan saya mohon bimbingan dan arahan,”ujarnya.

Meski demikian, Yuslan optimistis dapat menjalankan amanah tersebut dengan dukungan para pemangku adat dan seluruh masyarakat Kecamatan Patilanggio. “Tapi saya yakin di Patilanggio saya tidak akan salah karena banyak yang akan membimbing saya ke depan,”tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *