Century.co.id, (Pohuwato) – Setelah dilantik sebagai Camat Buntulia, Iswan Gau,S.Pd bersama Ketua TP-PKK Kecamatan Buntulia, Ny. Ramona Gau Naki, menjalani prosesi adat Gorontalo, yakni Moloopu, Sabtu (24/10/2026).
Prosesi ini menjadi bagian dari tradisi adat Gorontalo, khususnya di Kabupaten Pohuwato, sebagai bentuk penerimaan secara adat terhadap pejabat yang akan menjalankan tugas pemerintahan di wilayahnya.
Prosesi tersebut turut dihadiri Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, Ketua Lembaga Adat Pohuwato, Kisman Mooduto, Khadi Pohuwato, Ustaz Syaiful Sabu, mantan Camat Patilanggio, Bani Kaluku, para kepala bagian, para camat. serta pemangku adat Pohuwato dan Kecamatan Buntulia.
Meski telah resmi dilantik secara administratif, Camat Buntulia tetap harus menjalani prosesi adat Moloopu. Ritual ini merupakan bentuk pengakuan dan penerimaan secara adat oleh para pemangku adat setempat, sekaligus menandai bahwa camat telah diterima untuk menjalankan tugas pemerintahan dan berinteraksi dengan masyarakat di wilayah Kecamatan Buntulia.
Rangkaian prosesi adat dimulai dari kediaman pribadi Iswan Gau di kawasan Blok Plan Perkantoran, Desa Pohuwato Timur, Kecamatan Marisa, menuju rumah jabatan Camat Buntulia. Prosesi kemudian berlanjut sejak kedatangan di rumah jabatan hingga memasuki ruang sidang adat.
Seluruh rangkaian dipimpin Baate Pohuwato, Asmad N. Tuna, bersama para pemangku adat Buntulia. Prosesi berlangsung khidmat, mulai dari pelaksanaan tata cara adat, penyampaian pesan-pesan adat oleh pemangku adat Pohuwato dan Buntulia, sambutan camat, hingga ditutup dengan doa bersama.
Dalam kesempatan itu Bupati Pohuwato, Saipul Mbuinga, menyampaikan ucapan selamat kepada Iswan Gau bersama istri yang telah menjalani prosesi Moloopu dan diterima secara adat sebagai Wuleya lo Lipu, sebutan bagi pemimpin wilayah dalam tatanan adat Gorontalo.
Menurut Bupati, pengangkatan secara administratif sebagai camat perlu dilengkapi dengan prosesi adat sebagai bentuk pengakuan dan penerimaan dari pemangku adat di wilayah yang dipimpin.
“Dalam tatanan pemerintahan, Iswan Gau sudah menjadi camat. Namun, dalam adat Gorontalo, harus menjalani prosesi Moloopu sebagai bentuk pengakuan dan penerimaan secara adat oleh pemangku adat Buntulia,”ujar Saipul.
Ia juga mengingatkan agar pesan-pesan adat yang disampaikan dalam prosesi tersebut dijadikan pedoman dalam menjalankan tugas pemerintahan. Selain itu, camat diharapkan menjaga komunikasi dan koordinasi dengan para kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, serta tokoh adat.
“Saudara telah resmi menjadi camat, maka laksanakan dengan baik amanah ini. Jaga hubungan baik dengan masyarakat serta turun langsung untuk melihat dari dekat kondisi masyarakat yang ada di wilayah Kecamatan Buntulia,”harapnya.
Sementara itu, Camat Buntulia Iswan Gau, menyampaikan terima kasih kepada masyarakat dan para pemangku adat yang telah menerima dirinya melalui prosesi Moloopu. Menurutnya, prosesi tersebut merupakan rangkaian penting dalam penerimaan seorang pemimpin secara adat oleh masyarakat dan pemangku adat setempat.
Sebagai camat yang baru, Iswan Gau juga memohon bimbingan, dukungan dari seluruh pihak, terutama para kepala desa, jajaran pemerintah kecamatan, dan pemangku adat, agar penyelenggaraan pemerintahan di Kecamatan Buntulia dapat berjalan dengan baik.
“Arahan, petunjuk, dan dukungan, baik dari pemerintah maupun pemangku adat, sangat saya harapkan. Saya tidak bisa melaksanakan kegiatan pemerintahan maupun kegiatan adat di tingkat kecamatan tanpa dukungan dan bantuan dari pemerintah desa serta para pemangku adat,”ungkap Iswan.
Ia menegaskan, dukungan dan kerja sama seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan untuk menyukseskan program pemerintah daerah. Menurutnya, sinergi dan semangat gotong royong menjadi kunci dalam menjalankan berbagai program pembangunan.
“Sekali lagi, saya mengajak kita semua untuk mendukung program pemerintah. Tanpa dukungan Bapak dan Ibu sekalian, saya tidak bisa melaksanakan program kabupaten dengan baik. Karena itu, mari kita saling mendukung dan bahu-membahu dalam melaksanakan setiap kegiatan,” katanya.
Iswan juga menyebutkan bahwa visi dan misi Pemerintah Kabupaten Pohuwato melalui pemerintahan SIAP merupakan tujuan bersama yang membutuhkan keterlibatan semua pihak. Ia berharap dukungan tidak hanya datang dari jajaran pemerintah dan pemangku adat, tetapi juga dari masyarakat, karang taruna, serta tokoh pemuda.














